Dibalik Kecantikannya, Inilah 6 Kebiasaan Aneh Burung Blue Jay

KicauAntari - Cyanocitta Cristata belum pernah ditemukan di Indonesia. Namun, keunikan burung ini sangat tersohor.  Banyak yang ingin tau untuk melihat secara langsung.


Burung blue jay atau jay biru termasuk dalam famili Corvidae. Satwa ini mempunyai korelasi dengan beberapa jenis burung di Indonesia, mirip ekek geling dan murai papua. Mereka tinggal di tempat berhawa dingin. Namun, spesies tersebut belum bisa ditemukan di Indonesia.

Beberapa negara yang menjadi habitat burung ini, ialah Kanada, Amerika Selatan, Amerika Serikat, dan Great Palins. Pernah juga dijumpai bersarang di bersahabat Pantai Atlantik, Eropa, serta Meksiko. Selain tinggal di daerah berhawa dingin, burung tersebut juga mendiami tempat tropis.

Umumnya, jay biru berukuran 30 cm. Tubuhnya didominasi biru muda. Di penggalan sayap sedikit bercorak hitam. Sebuah jambul biru bertengger di kepalanya. Sepintas mirip jambul kakatua. Wajah spesies ini sebagian berwarna putih dan hitam.

Kalau diamati lebih dekat, di lehernya terdapat lengkungan hitam ibarat kalung. Lengkungan ini semakin bagus ketika disatukan dengan gradasi biru. Bentuk mata burung ini tergolong kecil dan nyaris tak terlihat.

Paruh burung berbentuk lancip, mungil, serta hitam. Dilihat dari karakteristik ini, jay biru termasuk pemakan biji-bijian. Mereka memecahkan biji memakai paruh. Kemudian, mengambil sari-sari dan isi masakan dengan santunan lidah.

Kaki burung jay biru berukuran kecil. Namun, cengkeraman cakarnya sangat berkhasiat untuk sampai di pohon. Mereka juga suka bangun di ujung dahan ketika animo salju tiba.

Berdasarkan persebarannya, burung jay biru dibagi menjadi empat ras, ialah northern blue jay, coastal blue jay, interior blue jay, dan florida blue jay. Keempat ras ini mempunyai perbedaan pada ukuran dan warna tubuh. Burung jay biru di tempat Kanada dan Amerika Utara mempunyai ukuran paling besar. Sementara coastal blue jay mempunyai warna biru paling terang pada bulu tubuhnya.

Lalu, bagaimana dengan kebiasaan unik yang dilakukan burung ini? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Burung pencuri makanan

Burung pencuri, itulah julukan yang menempel pada blue jay. Mereka mengendap-endap di sarang burung lain untuk mengambil makanannya. Tak hanya itu, jay biru pun gemar mencuri telur anakan. Meskipun tidak semua blue jay memakan telurnya, kebiasaan ini terus dilakukan.

2. Memiliki Kecerdasan Tinggi

Burung blue jay mempunyai sifat sosial yang tinggi. Mereka peduli terhadap kawanannya. Selain itu, spesies tersebut sangat cerdas. Hanya dengan sebatang lidi, burung ini bisa memanfaatkannya untuk mengais masakan di tanah.

3. Kecantikannya Terlihat Saat Mengepakkan Sayap

Coba perhatikan warna seluruh sayap burung blue jay. Menarik bukan? Apalagi bila keduanya direntangkan, keindahan itu semakin terlihat. Ditambah ekornya yang mengembang; menampakkan warna putih, hitam, serta biru.

4. Sangat Pandai Meniru Suara Burung Lain

Burung blue jay bisa menirukan bunyi burung apa pun, termasuk elang. Mereka arif mengelabuhi lawannya dengan kemampuan ini. Karena itu, panggilan terhadap satwa tersebut pun beragam.

5. Menyimpan Cadangan Makanan

Mungkin, inilah salah satu penyebab burung jay biru tidak pernah berpindah tempat. Setiap animo dingin, kawanan burung ini menciptakan semacam lumbung di dalam tanah. Lalu, mengubur bermacam-macam biji-bijian.

Tidak disangka, biji itu pun tumbuh menjadi sebatang pohon. Ketika animo cuek tiba, burung blue jay mempunyai banyak makanan. Mereka membagi masakan tersebut dengan keluarga dan teman-temannya.

6. Merendahkan dan Meninggikan Jambul

Ketika seekor burung jay biru berjumpa dengan salah satu kerabatnya, secara otomatis jambul di kepala akan turun. Mereka sama sekali tidak mengatakan pesona jambu itu. Sebaliknya, ketika sedang sendiri, satwa ini menegakkan jambul sebagai proteksi diri dari serangan musuh.

Itulah beberapa kebiasaan unik burung blue jay. Spesies ini dikenal mempunyai sifat menyerah yang tinggi. Saat gerombolan burung pelatuk menghadangnya, jay biru menentukan pergi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel